Do i believe in love…

Aku sekarang tidak begitu percaya lagi akan cinta,
Aku tak peduli lagi apa itu sayang,
Yang aku peduli sekarang hanyalah kasih dari seorang teman, sahabat, dan yang begitu peduli dengan rintihan hatiku…

Aku sudah lelah tuk terbang tinggi mencari cinta lagi..sayapku telah rapuh tuk bisa terbang mengarungi cinta lagi…hanya aku perlu bersandar dalam heningku dan mati dalam sepiku….

Aku kini seorang pengembara dalam gersangnya cinta dan pedihnya keabadian…
Hanya khyalan dalam titik terendah tuk gapai apa itu arti cinta sebenarnya…
Tak ada cinta yang kekal kecuali cintaku pada-NYA…
tiada cinta di dunia ini…semua saling menghianati, menentang, menyakiti….sigh

biarlah aku seperti apa yang aku inginkan..biarlah aku seperti apa yang aku rasakan….biarlah aku hidup dengan keabadian cinta yang terluka…biarlah aku tetap pada keyakinan akan cintaku…biarlah aku tetap bisa bernafas dan hidup dengan cinta yang tersisa….karena beginilah nasib yang membentukku…dan beginilah adanya diriku…

senyum dan suara yang aku punya telah berlalu oleh perbedaan dalam keyakinan…..dan semua apa yang aku miliki sirna dalam kelamnya malam..temaram oleh kegalauan akan tulusnya cinta abadi yang terluka….

Jangan katakan bahwa engkau selama ini memberiku kepedihan…
tergantung bagaimana engkau mengukur arti cinta sebenarnya…karena aku tak bisa mengukur dalamnya cintaku padamu…..kebahagiaan yang telah kau tawarkan dan kunikmati saat itu merupakan kebahagiaan yang selama ini kunanti dan inginkan….

kegetiran dan kepahitan akan hidup, selalu bisa membuatku bertahan menapaki sendi-sendi kehidupan yang telah terkoyak…terkoyak oleh kehidupanku dan kehidupan cintaku..

Mengapa selalu kabut hitam menyelimuti segala tapak langkahku???
Mengapa, seolah aku saja yang di beri luka yang menyayat hati…??
Mungkin karena aku bisa tegar menghadapi semua???
Tegar…???
Sapa yang tegar??
Lihat diriku saat ini yang terpuruk…
Lihat diriku saat ini yang selalu meratapi setiap waktu yang tersisa…
Sedangkan waktu tak dapat menyembuhkanku…

Mengapa harus ada pertemuan jika ada perpisahan yang menyakitkan…
Mengapa itu semua harus jawabnya TAKDIR…

Temaram oleh kelamnya malam saat gundah hati mulai mengelanyut dalam buaian mimpi-mimpi semu saat itu kutersadar bahwa aku harus tegar aku harus menjalani sisa hidup ini dengan canda dan tawa seperti biasa…apakah aku bisa mengembalikan sisa-sisa kebahagiaan ini di balik keterpurukanku???
Apakah aku harus tertawa di atas lukaku…???
Waktu tak kan bisa merubahnya
waktu hanya bisa tertawakanku….
Siapa yang tertawa paling akhir dialah pemenangnya???

[dan ternyata waktu tertawa paling akhir…*sigh*]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s