Kasus Nazril Irham menurut kacamata seorang biasa….

Kasus Nazril Irham atau lebih dikenal dengan ariel peterpan, sungguh mengguncang jagad musik indonesia. Pemberitaannya mengalahkan dan menutupi segala kasus-kasus ditanah air.

Jika saya melihat dari sisi duniawi;

Ariel gak sepenuhnya salah, yang salah si pengedar, dengan teganya mencuri dan mengedarkan video untuk konsumsi pribadi. Toh artis-artis yang lain melakukan free sex, bahkan menjual dirinya untuk sebuah peran di sinetron atau film, bahkan juga agar dirinya tetap eksis…tak peduli itu laki-laki atau perempuan.

Dan jika menilik orang-orang yang menghujat, mencaci, dan menghinanya. Aku boleh bilang apa kamu manusia yang sempurna? kasihan tuh nama peterpan yang didalamnya terdapat bukan hanya ariel saja, kasihan yang dahulu memilihkan nama peterpan, dengan seenaknya mereka mengganti dengan peterporn. hey!! yang salah aril bukan peterpan.

Dari sisi langit;

Ariel salah dan layak dihukum dengan undang2 yang berlaku di negeri ini. Biarlah hukum yang mengatur kita jangan ikut-ikutan terprovokasi dengan menghujat, mencibir, mencaci, dan menghina. Kita bersaudara..sebaik-baiknya umat Muhammad adalah saling mengingatkan saudara yang lain, membantu disaat terpuruk bukan dengan meninggalkannya. Menghakimi dengan cacian bukanlah cara yang dewasa, kita diciptakan di dunia bukan untuk mengadili atau sebagai pengadil. Karena Hakim sudah hak preogratif dari Alloh SWT.

Lagi-lagi. “Siapapun yang mendukungnya, akan berhadapan dengan kami!” ujar si pemimpin berapi-api. Aku tak mengerti, bagaimana mungkin mereka yang berjubah suci justru begitu mudah mengumbar geram emosi? ūüė¶

Dan untuk media, hmm, karena media infotaiment semuanya menjadi besar. Di pertontonkan di televisi yang membuat anak-anak yang belum genap dewasa menjadi penasaran untuk membuka situs yang terdapat video mirip artis tersebut, dan tersebar luas bak PLN menaikkan TDL bahkan mungkin berita kenaikan listrik tidak begitu menarik minat masyarakat kita.

Marilah kita dewasa dalam berpikir, bertindak, dan berprilaku sebagai bangsa yang santun. Sudah saatnya kita perbaiki moral bangsa ini dengan perbaikan moral kita terlebih dahulu. Manusia tak ada yang sempurna….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s