Ruang Tunggu yg Keliru

…Kusesegera mungkin bergegas dikala karibku mulai datang tepat pukul 08:30 pagi. Karena mungkin semalam aku hanya tidur 2jam membuat mataku masih juga setengah terpejam menuju kamar mandi. Yaa.., meeting dengan Pak Udin Markom (Marketing Communication) dari Adira Quantum yang aku dan karibku akan temui tepat pada pukul 09:00 pagi sesuai dengan percakapan dari telepon genggamku sore kemarin. Tanpa sarapan pagi langsung saja kami berdua menuju ke kantor Adira yang ada di ujung jalan depan Dieng Plaza. Kusegera masuk dan satpam menghampiri dan menanyakan maksud kedatanganku.
” Bapak ingin membayar tagihan? sepeda motor atau mobil. ” tanyanya ramah.
” ehhm.., saya ingin bertemu dengan Bapak Sirajudin kami dari EO yang kemarin sudah ada janji dengan beliau. ”
” Silahkan duduk diruang tunggu..” ditunjuknya sederet bangku kosong disamping galon Aqua yang terlihat penuh. Aku bermain dengan pad mengisi kekosongan yang ada, disisi lain tangan kiriku menari liar diantara tombol-tombol virtual di telephon genggamku. Tanpa sadar beberapa kali sepasang mata terus saja melemparkan pandangan kearahku dan disaat pandangan kita saling beradu lemparan senyumannya di arahkan kepadaku. Bathinku bertanya-tanya ” Siapa? Apa aku kenal? ” dengan ramah aku juga memberikan senyuman. Tak hanya sesekali memandang tetapi aku tak bisa menghitung beberapa kali dia melemparkan pandangan kearahku dalam tempo yang sebegitu singkatnya. Dan akupun semakin bertanya-tanya dalam hati  dan juga pertanyaan yang sama kenapa satpam itu tak sesegera mungkin memanggilkan orang yang ingin aku temui. Kuamati beberapa orang yang berada di ruang tunggu itu tak seberapa banyak sehingga tak terlalu menunggu lama untuk segera dipanggil melalui pesan dari loudspeaker yang tepat diatasku.

Kulemparkan lagi pandangan keatas, tak juga kunjung datang sosok yang kunanti. Tanpa pikir panjang akupun segera menghampiri Satpam dan menanyakan kembali.
” Pak sudah setengah jam kami nunggu, Pak Udin masih dikantor apa lagi keluar sih? ” tanyaku penuh selidik
” Pak Udin? Siapa yaa? ” sembari memandangku penuh tanya.
” Lhah.., Bapak suruh saya nungguin bukannya Bapak juga kenal Manager sini atau atasan Bapak. ”
” hmm…” ” Disini bener pak Adira Quantum? ” tanyaku meragu.
” Bukan Pak disini Adira mobil dan motor untuk pembiayaan, Bapak mau bayar mobil apa motor? ” dengan ramah Satpam itu menjelaskan.
” Udah aku bilang tadi Pak Adira Quantum, kalau ini mobil atau motor berarti saya salah kantor dan Bapak gak tau Pak Udin…trus ngapain juga masih suruh saya bayar mobil dan motor kalo saya salah kantor??! ” dengan sedikit gusar aku segera balik ke bangku dan mengemasi barang-barangku yang tercecer disana.

Kumasukkan barang bawaanku ke dalam tas, tak seberapa lama ada wanita yang menghampiri, tercium dari aroma parfum yang segar karena tertiup oleh ac ruang yang dingin dan kudapati highheelsyang sedikit tinggi menjulang.
” kenapa wanita ini tepat berada di depanku? ” akupun mendongak kudapati sosok wanita dengan senyum yang sama beberapa menit yang lalu yang sering memerhatikanku di kejauhan.
” Mas kalau butuh dana hubungi saya yaa..itu di brosur cari yang namanya ellysa, disitu ada nomor saya.”
” eh..anu. ” sembariku mengatur kata-kata ” lagi gak butuh mbak, orang lagi nyari Pak udin malah salah kantor. ”
” Lhoh emang di Adira mana mas.” tanyanya
” Adira Quantum keknya.” tukasku menimpali.
” Ohh..itu di jalan wilis mas gak jauh kok dari sini. ” ” Ambil aja mas brosurnya..,ingat cari yang namanya ellysa aku keburu-buru mo keluar. ” senyum ramah tapi kali ini dengan kerlingan sedikit menggoda.

” …. ?? ”
Akupun tak habis pikir, berusaha kuindahkan dan sesegera mungkin aku ke kantor sebenarnya. Tapi kusempatkan mengambil brosur yang diminta, ” Ahh.., ini dia.” sembari kubaca sebuah nama dan nomor telephon genggam yang tertera.

12:40
Kuketik deretan nomor yang ada di brosur yang kupegang 08535785..
” mbak ini saya udah ambil brosur yang mbak tadi suruh, emang mo nawarin dana brapa mbak.” isi pesan singkat yang kuketik. Tak lama berselang telephon genggamku berbunyi.
” Gak kok mas, hanya pingin kenal aja. soalnya itu aja alasan yang masuk akal. ”
” Masuk akal gmn mbak? ”
” Kan disitu ada satpam dan cctv gak boleh donk tiba2 nanya no hp customernya hanya pingin knal. ”
” haishh.., bisa aja mbak ini. ” jawabku singkat dan mengakhiri pesan singkat karena aku harus sesegera mungkin ke Jtv.

16:26
” Mas aku mau check clock.. mas masih diluarkah atau gi sibuk. ”

17:02
” aku udah di parkiran mas, kali aja mas lewat kita ngaffe yuk penat banget kerja hari ini…”

17:12
” Maav mbak ells aku masih di luar dan jauh dari situ..maybe next time yaa..makasih udah nawarin.”
Padahal aku sudah berada di rumah 15:30 bersama teman-temanku untuk makan siang yang tertunda.
aneh..hari ini.

*menghembuskan nafas berat…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s