Ria Jenaka

Siapa yang menyangka Ria Jenaka menjadi tontonan yang popular dan berumur panjang di era 80-an. Padahal isinya tidak lebih dari sekedar propaganda dan penyuluhan. Sampai salah seorang pengamat televisi dan kebudayaan pernah menyatakan bahwa punakawan (kok ga ada punalawan ya….? ) di RIA JENAKA hanya punya satu mata karena menyampaikan pesan dari satu sisi saja. Dalam hal ini sisi penguasa. Sejatinya punakawan adalah simbol rakyat atau dewa yang bernurani rakyat. Namun dalam acara ini punakawan malah jadi corong pemerintah. Sama sekali tidak mengejutkan, mengingat memang itu acara yang tayang di televisi yang nota bene punya pemerintah. Jadi ga heran para punakawan ini dengan lancar suatu saat bertutur nyinyir tentang KB, transmigrasi, banjir, Aku Cinta Produksi Indonesia,dan macem-macem lainnya. Tergantung departemen atau lembaga atau instansi terkait mana yang memesennya…

Ria Jenaka termasuk acara tema penyuluhan multi sektoral yang bertahan lama. Cuma kalah sama si Unyil namun unggul telak dari kartun najong berjudul SI HUMA yang isinya benar-benar Penataran P4. Membayangkan Huma dan Windi, visualisasinya jadi inget sama tuyul. Beda jauh sama kartun favoritku jaman dulu, KUM KUM…!

Mulai tayang Maret 1981, adalah Drs. H. Subrata yang waktu itu Direktur TVRI ingin agar program pemerintah bisa sampai pada masyarakat dengan lancar, Figur punakawan dipilih jadi media ungkap mengingat sifatnya yang dekat dengan masyarakat. Namun penggunaannya lantas lebih bersifat idiom. Jadi ya sah-sah saja kalau akhirnya para punakawan itu menjadi hanya ‘BERMATA SATU’ .

Apa yang membuat Ria Jenaka digemari mengingat sebenernya ‘pesan sponsor’ dalam acara tersebut sangat besar dan kuat? Bisa jadi karena masih sedikitnya hiburan di televisi pada masa itu. Pemirsa tidak punya pilihan. Dan Ria Jenaka lumayan dibalut dengan suatu plot cerita dan komedi serta bumbu slapstick yang membuat orang menanti. Aku ingat setiap hari minggu, begitu dengar suara gamelan yang khas itu, rasanya apapun kegiatan bermain (apalagi belajar dan bekerja) yang sedang dilakukan langsung ditinggal demi melihat penampilan brilian Ateng dkk.

Yup, Ria Jenaka memang digawangi grup Ateng dkk. Waktu itu TVRI memberikan order sama beliau untuk mengusung acara ini sebagai pemain tetap. Dan Ateng diberi kebebasan untuk memilih pelakon lainnya.

Maka akhirnya terpilihlah Ateng sebagai Bagong, Iskak sebagai Petruk, Suroto sebagai Gareng, Sampan Hismanto sebagai Semar/Romo dan Teten sebagai Mono (duhh suara Mono yang males manja dan ada nuansa genit bikin pengen nonjok!! Hehehe).

Suroto kemudian diganti sama Slamet Harto. Dan gosipnya nih, Ateng sebenarnya lebih memilih Om Kris Biantoro untuk menjadi Romo Semar, karena beliau sama-sama mengandung basic komedi juga. Namun si Om waktu itu sibuk bawain acara-acara kuis bikinan Ibu Ani Sumadi. Akhirnya terpilihlah Sampan Hismanto, seorang penata tari tradisionil yang bukan kebetulan kalau kelompok karawitan pimpinannya dipake juga buat menciptakan, mengalunkan dan mengisi bagian musik acara ini yang sangat khas Jawa.

Selain para tokoh inti itu, kadang ada juga tokoh tambahan yang sifatnya bintang tamu. Pelaku lain yang lumayan menunjang meski tidak kelihatan di layar adalah pasukan penyumbang tawa dan tepuk tangan yang selalu terdengar dari awal sampai akhir acara tergantung momennya. Tak disangka tak dinyana, ternyata mereka adalah tetangga-tetangga Ateng yang sengaja diundang dalam pengambilan gambar yang tiap kali rekaman bisa bikin sampai 5 episode.

Aku lupa kapan tepatnya acara ini berakhir, namun yang pasti RIA JENAKA telah memberi warna buat kenajongan 80-an. Sebuah apresiasi layak di diberikan pada Ateng, Iskak dkk yang telah berpulang dengan meninggalkan sebuah karya dunia kaca yang memang ga mungkin ditayang ulang, tapi tetap dalam kenangan.

🙂 thanks i always remember

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s