Ziarah makam..yuukk ach?!

Hari terakhir berpuasa bagi umat Islam, tak ayal sore ini dan mungkin juga dimulai hari ini, kuburan/keramat/makam dipadati oleh sesaknya orang-orang yang akan melakukan ritual nyekar ntah itu buat kakek,nenek,saudara,bapak,ibu,anak,atau untuk kekasih. Semua tumpah ruah dipelataran depan makam dan sesegera mungkin membeli bunga yang tersedia di depan komplek pemakaman.

Kuingat kala itu aku berada ditanah kusir Jakarta, indahnya pemakamannya tak seperti pemakaman pada umumnya yang terkesan angker. Disini penataan dan kuburannya dibuat seindah mungkin layaknya sebuah perumahan..ya itu memang perumahan masa depan buat kita semua tanpa terkecuali. Hebatnya lagi disana sudah banyak sekali orang yang berpakaian gamis atau memakai baju koko, songkok, dan sarung..aku dulu berpikir itu adalah salah satu keluarga mereka yang kulihat berada ditengah satu keluarga, tapi ternyata itu adalah profesi penduduk setempat untuk menuntun bagi yang ingin ada pemimpin dalam doa buat kerabatnya yang di kubur. Rupanya masih saja orang yang belum pede dengan dirinya sampai menyewa orang untuk membacakan doa tersebut, atau mungkin sudah gak tau lagi gimana caranya. -pff bisa jadi!

Tapi sejenak kusingkirkan nada miring yang mencoba ngejudge di benakku, itu udah ada yang ngatur bathinku berdiplomasi. Gak terlalu diambil pusing ntah mereka gak tau cara berdoanya *menurut Islam* atau malas atau bisa jadi kurang pede..jika hanya bisa membaca ” Bismillah mari kita berdoa untuk si A agar dosanya diampuni dan amalnya diterima…berdoa kita mulai, selesai..amin* ehh…segitu doank…apaan tuh -pff  Tapi itu cukup kok selama itu di yakini aja dalam hati dengan kesungguhan dan rasa yang menyelimuti sebuah doa tersebut. -berdiplomasi kembali dengan akalku.

Begitupun hari ini di tempat tinggalku yang kebetulan dekat dengan makam keluarga di daerah dinoyo-Malang. Orang-orang sudah mulai berdatangan untuk nyekar. Akupun hanya melihat saja lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat dengan plat yang meraneka abjad/huruf.

Teringat juga kemarin sebelum dimulainya puasa ini, di grup bebe keluarga besar. Semua memampangkan muka bahwa sudah nyekar ke Ibu (mbah dr nyokap), Eyang kung &Uti, Eyang Tjitro berdua, Mas Agus (satu komplek makam keluarga yang tepat di samping kanan jalan masuk ke makam..uik hebat gak terlalu msk ke dalam makam) padahal tanpa aku juga beragumen yang sama aku lebih dulu ke makam yang terlihat kotor dan tak tampak satupun bunga yang menghiasi pusara, pikirku akulah orang pertama yang menghiasinya. ahh masa bodohnya yang penting kewajiban udah terlaksana walo lupa juga membawa celohok. 

So, gue juga udah bersiap diri dengan berpakaian rapi jali kek mo kondangan ke H. Komari untuk segera nyekar ke makam, tapi dengan tak lupa membawa sapu lidi, ember,sabit, dan juga tak lupa cangkul -ini mo nyekar ape mo berkebun sih???

Teringat dulu sewaktu diriku masih lugu -hayah. aku bertanya kepada Ibu(nyokapnya mama gue) ” Bu..,naon sih kl ke makam kudu rapi gak kaos oblongan ama pake celana pendek dei..pan ntar kotor2 juga pas bersihin makan? “

Beliau menjawab…” Kita harus menghargai semua yang berada di makam tersebut, itu semua adalah makhluk Tuhan yang memang sudah lebih dulu meninggalkan dunia ini, masak kita datang kerumah saudara pakai pakaian gak sopan le? “

heeh aja deh ma Ibu’ -ikh. Lagian juga tujuan berziarah adalah menengok atau menjenguk,dan menurut Islam adalah mendoakan dan meminta ampunan kepada Alloh agar yang di doakan diampuni dosanya, dan juga mengingatkan kita bahwa kelak nanti kitapun akan berada disini (makam) untuk itu agar lebih lagi dalam menjalankan ibadahnya.

Dari segi pakaianpun kadang sering mendapati orang Sholat udah cmn pake kaos oblong belakang ada sponsornya pula -gak niat banget. Itu bisa saja mengganggu yang sholat dibelakangnya..iya kl cmn tulisan biasa coba kalo produk bikinan joger,dagadu,dadung,etc yaa pasti memancing kita untuk membacanya dan pasti tersenyum-senyum jika tulisannya lucu…nah lhoo gak khusyukkan jadinya. Dan kesadaran ini belum sepenuhnya di mengerti buktinya ttp aja banyak yang memakai pakaian seperti itu, kalah ama kl mo pergi ke mall, ketemu pacar, etc -hufft. Beda dengan umat kristen yang berpakaian sebaik mungkin, serapi mungkin kalau hendak pergi ke gereja…karena mereka hendak kerumah Tuhan..harusnya itu patut di contoh oleh umat lain. (*bukan membedakan/mencari jurang antara hanya kenyataan yang ada di depan mata saja yang tersaji..jika sudah dirasa berpakaian rapi itu bagus bagi anda dan segeralah kasih pengertian kepada semua untuk berpakaian rapi jika akan kerumah Tuhan)

yuukk…ahh dah mulai sore…

[see yaa…]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s