Sastro ing Urip

Semua berawal dari ke”iseng”an, lama kelamaan muncul rasa nyaman dalam berbicara,berkomunikasi, di era kekinian yang serba canggih.
Tak harus bertemu tapi cukup melalui media sosial,chating,dan sejenisnya.
Karena nyaman tersebut semakin terpupuk rapi muncullah suka dalam hati dan tak lama benih-benih cintapun bermekaran di taman hati.

Untukmu yang berumah tangga itulah awal gerbang kehancuran berada,titik dimana dunia akan berbalik entah peran mana yang akan tersaji. Jika Tuhan masih menyayangimu maka gerbang itu menuju titik kehancuranmu, dunia akan berbalik memusuhimu engkau akan dihempaskan oleh ganasnya “alam”.
Harta,keluarga,teman dekat,jabatan, semua akan melangkah pergi darimu. Duniamu yang bergelimpangan dengan kecukupan bahkan kemewahan akan berhenti semuanya lenyap.
Tapi jika Tuhan tidak menyayangimu maka dunia akan menyanjungmu segala kemewahan duniawi dan pernik-pernik kemewahan akan menjadi pakaianmu (ageman). Dan menjadikanmu budak dunia yang semakin dalam menjerumuskanmu kejurang kenistaan terdalam.
Semua seakan benar menurut pikiranmu, semua seakan sama, mengetahui salah tapi pikiran menyangkal dan akhirnya mencari pembenaran dalam setiap argumen.
Jika sudah mengalami dan mengakui salah maka pintu maaf selalu terbuka tanpa ada ego dan keangkuhan diri.
Memaafkan adalah syarat utama untuk mencapai kedamaian diri, melepaskan segala dengki,amarah,sakit hati, dan kekecewaan.
Bersabarlah dalam berkehidupan, mungkin beginilah likunya sebelum kamu mengetahui kunci “hidup” tetapi setelah semua “fase” terlewati kamu dengan sendirinya akan mengetahui kunci memulai hidup yang baru, tak bergelimang harta berlebih memang, tak bilyuner memang, tetapi “cukup“. Karena cukup akan selalu memberikan alarm kesadaran bahwa yang berlebihan itu tidak baik.
Tapi yang membedakan kamu dengan mereka walaupun mereka wealthy adalah kamu tahu caranya hidup dan tahu nantinya akan berpulang. Bukan hanya angan-angan atau katanya tapi melalui segala peristiwa yang kamu alami menjadikanmu yakin dan melangkah dengan pasti.
Tapi semakin dekat denganNya cibiran,cemooh,dan lain sebagainya akan selalu mengiringi langkahmu.
Untuk itu selamat datang di era kekinian dimana kebenaran tak selalu benar adanya, perselingkuhan sudah biasa, berbohong itu wajib, memimpin itu untuk menindas dan memperdaya, dan wanita semakin hilang sifat perempuannya,etc.
Untukmu wanita berkeluh kesahlah (curhat) dengan ibumu,keluargamu,bukan kepada temanmu apalagi lawan jenis yg akan memanfaatkan keadaan. Masalah pribadi cukup kamu dan keluargamu yang tahu,suatu saat itu yang akan dijadikan senjata untuk menikammu dari belakang bahkan oleh teman karibmu sendiri apalagi untukmu yang telah bersuami atau yg memiliki pasangan masalah rumah tangga tak bisa keluar cukup sampai depan rumahmu tak sampai kau jadikan ajang curhat kesana kemari. Percikan kecil akan sangat berbahaya.

*pagi ini mendengar keluh kesah seorang sahabat dalam ruang kelegaan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s