Habis manis sepah terbuang?

Ibaratnya yang manis sudah tak tersisa, legit adanya. Sama halnya dengan cerita yang tergambar lalu dan berulang seolah me-rewind terus menerus.

Alasan yang sama tapi masih ada kesamaannya yaitu tools yang dipergunakan, sama-sama menggunakan media jejaring sosial. Bisa juga dibilang minim waktu dan tak melihat aksi lebay layaknya sinetron dengan wajah sendu memelas apalagi dengan tatapan nanar plus air mata yang berlinang…gokil! setelahnya menghilang, wajar memang karena ingin sesegera mungkin move on dan segera memulai lembaran baru kembali tanpa foto kopi.

Kita bisa apa? toh gak ada yang salah…gak ada hanya waktu aja yang salah..kalau pas di campakkan lewat WA dengan mode: sitting on toilet? atau pas lagi hiking di gunung…wah seru tuh bisa lompat sekalian ke bawah…lunas!

Emang ada aja curhatan beberapa kawan yang kudengar dan hampir kesemuanya tentang masalah percintaan yang memang lagi up to date banget dan semakin komplek, bukan lagi tentang masalah diatas barusan tadi ada juga kisah dimana si cowok berani mutusin ceweknya yang seksi dan cantik habis mirip-mirip ama Raisa yang nyata ada di depan mata yang mencintai dan menyayanginya tulus dengan cewek yang baru kenal dan berpacaran via chat/bbm.

Yah…, andelannya cuman status doank ame dp (*display picture) cewek cakep ehh gak taunya pas ketemuan parah banget. Gokilnya lagi sama-sama pake dp palsu yang nyomot dari mbah Google atau pakai acara goyang-goyang telepon genggam (*shake untuk mencari teman/pengguna aplikasi terdekat).

Pointnya sih kalau udah punya terus mencari yang lebih lagi; lebih ganteng, lebih cantik, lebih tajir gak bakalan deh awet. Kalaupun awet ampe nikah paling mantep perkawinan umur 3thn mentok udah cerai. Karena selalu merasa kurang dan kurang. Klop seperti hadits dibawah ini ;

shahabat Abdullah bin Amr al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

‘Janganlah engkau menikahi wanita hanya karena kecantikan parasnya, karena bisa saja parasnya yang cantik menjadikannya sengsara. Jangan pula engkau menikahinya karena harta kekayaannya, karena bisa saja harta kekayaan yang ia miliki menjadikan lupa daratan. Akan tetapi, hendaklah engkau menikahinya karena pertimbangan agamanya. Sungguh, seorang budak wanita berhidung pesek dan berkulit hitam, tetapi ia patuh beragama, lebih utama dibanding mereka semua.’” (Hr. Ibnu Majah; oleh al-Albani dinyatakan sebagai hadits yang lemah)

Nah jelaskan bahwa jelek,cakep,miskin,kaya bukanlah ukuran, kalau itu menjadi ukurannya maka selama itu pulalah selalu akan mencari dan mencari yang ter dan tak menikmati hidup yang sesungguhnya.

mungkin…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s