Cinta itu universal

Siang hari kedua karib saya mendatangi rumah dengan cerita mengasyikkan tentang pengalaman pendakian ke Gunung Arjuno, Bukan pendakian yang kerap biasanya ditempuh oleh sejumlah pendaki, tapi ini pendakian spiritual . 

Beda dengan para pendaki biasanya, yang berada di tempat yang dituju (biasanya pada puncaknya) mereka mendapatkan keindahan alam, udara sejuk, dan foto yang menarik. Para pendaki spiritual melalui track yang berbeda dari pendaki gunung kebanyakan. Para pendaki spiritual lebih menemui medan yang menantang, ego yang menghadang, menyatu dengan alam, rasa syukur yang mendalam, mengetahui rahasiaNya lewat pengalaman spiritual masing-masing , dan perjalanan hidup setelahnya ( setelah turun pendakian hidup di gebyar atau di alam nyata/sosialisasi ).

Kadang kita terlalu cepat dalam benak kita mengartikan bahwasannya perjalanan spiritual ke gunung ibarat klenik atau semacamnya, untuk itu perlunya pemahaman kembali tentang apa itu spiritual mungkin lebih jelasnya bisa di search di mesin pencari makna kata dari spiritual itu sendiri.

Spirituality means something different to everyone. For some, it’s about participating in organized religion: going to church, synagogue, a mosque, and so on. For others, it’s more personal: Some people get in touch with their spiritual side through private prayer, yoga,meditation, quiet reflection, or even long walks.

Mereka bercerita tentang 36jam berpuasa, bagaimana kaki yang lebam karena terperosok, menikmati kebersamaan berbuka puasa, menyanyikan lagu kebangsaan, bahu membahu membawa perbekalan, yang mana aku amat sangat ingin untuk juga bersama mereka menikmati nikmatnya perjalanan itu.

“Apa yang kamu dapatkan selama beberapa hari disana?” tanyaku kepada beberapa pendaki tadi dan beberapa kemarin dengan perntanyaan yang sama.

masing-masing punya jawaban yang berbeda sesuai dengan peranannya. ( ntah peranan apa yang di sematkan??)

mereka semua mendapatkan jawaban atas apa yang selama ini dipikir, dicari, dan dinanti. Sebuah jawaban atau pemahaman yang tidak serta merta didapatkan tanpa sebuah gerak laku, tak hanya dalam diam atau dalam ruang ibadat, akan tetapi gerak dalam gebyar berinteract dengan sesama makluk ciptaanNya.

Hanya dengan kasih tak lupa ketulusan serta keyakinan semua dapat terlalui dengan indah, jika tak mendapati selalu sabar dan tak kenal lelah berjuang atas apa yang akan/ingin diperjuangkan.

Cinta itu universal…dalam cinta ada kasih, dalam cinta ada sayang, dalam cinta ada ketulusan, dalam cinta ada keyakinan, tinggal kita mengimplementasikan dalam hidup berkehidupan.

Mungkin nanti tiba saatku untuk bisa sampai puncaknya, mendaki dengan sebuah keyakinan dan menyatu dengan alam.

 

 

Tuhan Seru sekalian Alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s