Menitipkan anak

12208721_1128976913780764_8922917245430243694_nPernahkah menonton film Parental Guidance yang dibintangi Billy Crystal, Bette Midler, dan Marissa Tomei?

Tentang menitipkan anak kepada orang tua atau kepada neneknya, etiskah menitipkan anak kepada orang tua kita? sedangkan kita (orang tua si anak bekerja semua) itu menurut pandangan pribadi masing-masing. Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dirasa belum mencukupi untuk hired baby sitter atau pembantu maka ibu kita/nenek dijadikan pembantu…what? not that bad..words. But actually is all happen in this day on. Karena paham kesetaraan maka istri juga harus berdikari membantu suami dalam bekerja.

Mungkin kalau dibatasi orang tua kita/nenek bertugas hanya mengawasi,mengajak main, bukan memandikan,menyuapi, dan mengejar-ngejarnya itu urusan atau tanggung jawab orang tuanya mungkin nenek atau orang tua kita akan setuju, karena umur orang tua kita sudah sepuh dan tak etis pula kita mempekerjakan layaknya seorang pembantu.

Oke anak kita titipkan diortu kita dengan kita memberikannya uang jajan etc serta kita memberikan uang bulanan untuk meringankan orang tua kita untuk bayar air,listrik,etc

Tapi harus sesuai dengan catatan diatas bahwa tugas ortu kita hanya mengawasi dan mengajak bermain. Dan untuk urusan kebutuhan anak tetap kita lakukan sendiri dengan pengasuh yang mengganti peran kita. Kalau kita tak memiliki uang lebih untuk hired pengasuh ? Ya berbicara dengan ortu kita kondisi kita dan lebih baiknya salah satu dari kita atau si ibu tidak bekerja untuk lebih fokus lagi mengurus anak-anak. Mengenai biaya kebutuhan rumah tangga yang terpikirkan kurang dan kurang itu tugas seorang suami untuk mencarikan segala kebutuhan rumah tangga.

Rada puyeng juga untuk mencari jalan tengahnya…semua tergantung dari sudut pandang masing-masing dah.

berhenti bekerja untuk istri atau menitipkan ke neneknya.

Seorang nenek atau kakek, pastilah senang bila mereka dilibatkan dalam mengurus cucu-cucunya, atau membantu anak-anak mereka dalam meringankan tugas keluarga.

Jadi jika selama orang tua kita senang-senang saja mengerjakannya, tentu tidak masalah.

Banyak pasangan suami-istri yang berpendapat, bahwa kondisi seperti ini terpaksa mereka jalani, karena rezeki masih kurang. Gaji suami tidak cukup, sehingga istri harus ikut bekerja.

Oke, alasan ini terkesan memang masuk akal.

Tapi coba kita renungkan baik-baik: Selama kita masih menzalimi orang tua kita sendiri dengan cara memperlakukan mereka sebagai pembantu, bagaimana mungkin rezeki kita akan bisa lancar?Rezeki kita akan bisa lancar jika antara lain – kita bisa membahagiakan dan memuliakan orang tua kita di masa tuanya.

Saat kita masih dalam kandungan, ketika kita lahir, ketika masih anak-anak, ketika kita tumbuh remaja, kita sudah sangat merepotkan mereka. Sekarang setelah kita dewasa dan berumah tangga, masihkah kita terus merepotkan mereka?

Setidaknya ini poin-poin etika menitipkan anak pada orang tua mungkin bisa dirangkum sebagai berikut:

  1. Awali semua dengan rasa “tidak enak”. Jangan mentang-mentang itu orang tua atau mertua sendiri, lantas kita bisa seenaknya menitipkan anak. Kita sudah jadi orang tua, lho, anak adalah tanggung jawab kita sepenuhnya, bukan orang lain meski itu kakek dan neneknya sendiri.
  2. Penuhi kebutuhan anak agar tidak membebani ortu kita. Bu Elly Risman pernah berkata, “Tubuh kami (ortu, Red), tidak didesain untuk mengejar-ngejar cucu. Kami ini sudah renta. Anak adalah tanggung jawab ortunya, bukan kakek neneknya.” Jadi kalau kita mau menitipkan anak, sediakan pengasuh dan segala kebutuhan anak. Kalau kepepet, seperti pengasuh pulang kampung misalnya, minimal sediakan segala kebutuhan anak. Jangan sampai menyusahkan ortu secara fisik dan finansial sekaligus.
  3. Berbeda pola asuh dengan ortu? Terima sajalah. Itu, kan, risiko yang kita ambil saat memutuskan untuk menitipkan anak pada ortu, bukan? Kalau tidak mau, ya, jangan titipkan anak, dong. As simple as that 🙂
  4. Kalau memang ada yang mengganjal sekali, utarakan dengan hati-hati. Kita bisa kan bersikap ekstra hati-hati bahkan memanjakan ART/nanny dengan tujuan agar mereka tidak mudik? Lalu kenapa sama ortu sendiri nggak bisa? Padahal mereka yang melahirkan dan mengasuh kita sejak kecil, lho.
  5. Kasih sayang ibu sepanjang masa, kasih sayang anak sepanjang galah. Ingat pepatah tersebut? Oleh karena itu, menurut saya, sebanyak apapun saya memberi uang atau harta benda pada ortu dan mertua, tetap tidak akan mampu membalas semua yang pernah mereka berikan. So please be generous to your parents, tentu sesuai kemampuan ya. Apalagi jika ortu kita sehari-hari membantu mengasuh anak. Sebisa mungkin berikan uang bulanan meski hanya sedikit. Kalau ortu menolak, berikan hadiah-hadiah kecil sebagai kejutan. Entah itu makanan kesukaannya, blus cantik atau pajangan favorit. Minimal, berikanlah perhatian kepada mereka because it’s the least that we can do, right?

 

sourse : berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s