Cerita sore di warung lesehan 

​Siang tadi bertemulah aku dengan salah satu karibku di pekerjaan lamaku, singkat cerita dia bercerita pendek kata curhat tentang hidupnya. 

Aku mendengarkan secara hati-hati dan mencerna semua kalimatnya perlahan. Karena ini urusan dengan masa depannya atau lebih tepatnya masa depan mereka berdua. 

Pada intinya pacarnya menuntut untuk persiapan secara financial dan rmh untuk ditempati mereka nantinya setelah menikah. 

Secara dia sendiri hanya sebatas pegawai rendahan di kantornya. Apa mungkin dia bisa untuk perbaikan ekonomi sedangkan yang karibku takutkan adalah bahwa pikiran orang lain dia dompleng dari si perempuan mengingat calonnya adalah orang kaya dan sudah memiliki usaha sendiri. 

Dan aku lihat di pesan pribadinya bahwa kalau tidak ada kata sepakat tentang perbaikan financial dan rumah maka itu gak mungkin bisa terjadi dan sebaiknya diakhiri saja. 

Aku bingung menjawab dan menempatkan diri dimana. 

Akupun menimpali dengan sedikit bijaksana tanpa memihak dia karibku atau pacarnya yang nota bene aku belum mengenalnya secara langsung. 

Menuntut sesuatu itu wajar agar terlecut semangat untuk bisa bersama menggapainya, harus dukungan dua belah pihak dan itu wajar wanita meminta syarat seperti itu karena garansi kedepannya nasibnya nanti. 

Tapi sangat disayangkan dengan kalimatnya yang sedikit menohok karena terlalu keras penekanan dalam kata.. 

So if we can’t agree with this. Let’s finish this. 

Kesannya terlalu memaksakan pihak pria dan menjadikan pikiran, jika aku berusaha dan gagal apa tetap saja usahaku untuk maju gak di hargai, itu yang kutatap dari tatapan kosong karibku. Apa semuanya diukur dengan materi dan pencapaian dalam hidup. 

Memang seperti kata orang bahwa cinta saja tak bisa bikin hidup, masa istrimu kamu nafkahi dengan cinta, tapi cinta itu yang membuat semua rela untuk melakukan apapun agar pasangannya tersenyum bahagia.. Itu menurutku. 

Akupun juga bingung dibuat nya, terlalu pelik bagiku. Terlalu riskan. 

Aku lebih tepatnya menyarankan keduanya untuk bersabar dan saling mendukung satu sama lain untuk maju bersama, tanpa ada dukungan pasti tak akan menjadikan berkat bagi keduanya. 

Toh bukan melulu harus beli rumah, mobil, dsb. Masih bisa jalan lain dulu misalkan mengontrak/menyewa rumah dahulu untuk sementara. Atau mungkin tetap tinggal dirumah karibku sementara daripada membuang uang untuk sewa mendingan ditabung buat dp rumah itu lebih bijaksana daripada memaksakan diri punya tapi terbelit dengan hutang. 

Let’s thing simple if you can’t afford it don’t do it. Jangan berkecil hati kawan.. doaku selalu menyertaimu. 

Remember one thing.. There’s a will there’s always the way. 
#janganlupabahagia intinya

Advertisements

Fakta Vs Candu


Apakah wacana menaikkan cukai rokok akan ‘membunuh’ buruh pabrik rokok? Mematikan petani tembakau? Ijinkan saya menjawabnya dengan fakta. Dan jika kalian tidak sependapat, tolong jawab juga dengan fakta.

Apakah cukai rokok naik, maka buruh pabrik rokok akan dipecat? Jawabannya, bisa iya, bisa tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, buruh pabrik rokok memang sudah dipecatin. Tahun 2014,  Sampoerna mem-PHK 4.900 buruhnya, Bentoel menutup 8 pabriknya (dari 11, sisa 3), juga mem PHK ribuan karyawan, Gudang Garam mem-PHK 4.000 lebih buruhnya. Belum terhitung pabrik2 lainnya. Perusahaan beralih ke mesin. Yang tidak perlu digaji tiap bulan, yang produktivitasnya tinggi, yang cepat dan efisien. Itu fakta semua, loh. Perusahaan rokok peduli sama buruh? Hehe, kalian naif jika percaya 100%. Di mana2, bisnis adalah bisnis. Dulu, klaim tentang 6 juta tenaga kerja bekerja di industri rokok mungkin masuk akal, tapi please, silahkan buka data terbaru, berapa persen yg telah di PHK dan digantikan oleh mesin?
Apakah cukai rokok naik, maka petani tembakau akan kehilangan pekerjaan? Jawabannya, bisa iya, bisa juga tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, petani tembakau Indonesia memang perlahan tapi pasti telah tersingkir.  Tahun 2011, menurut data dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), impor tembakau Indonesia hanya 64,8 ribu ton. Setahun kemudian, 2012, nilainya melesat tidak terkendali 104,4 ribu ton. Dan naik lagi tahun 2013, sebesar 133,8 ribu ton. Kebutuhan industri tembakau Indonesia itu ada di angka 250rb ton per tahun, itu berarti, separuh lebih tembakau diimpor dari luar negeri. Bisnis adalah bisnis, jika tembakau luar negeri lebih murah, ngapain pabrik rokok harus beli tembakau petani Indonesia? 
Harga tembakau? Wah, ijinkan sy memberitahu, di China, harga tembakau bisa 1-2 dollar/kg. Di Indonesia saat ini diangka 34.000 – 47.000/kg, dan petani sudah megap-megap dengan harga segitu. Dulu, idealnya harga tembakau adalah 80.000-120.000/kg. Tapi bagaimana mau jadi 120rb? China mau dilawan? Silahkan lawan harga tembakaunya yg hanya 14.000/kg. Tambah biaya logistik, dll, itu tembakau sampai di Indonesia cuma 20-30rb/kg. Pembela rokok itu koar2 bilang ada 6 juta petani tembakau di Indonesia. Ah masa’ sih? Kok bisa produksi tembakau-nya cuma 170.000 ton per tahun saja? Lahan tembakau saja semakin berkurang, paling tinggal 190.000 hektare, karena petani mulai mikir menanam tanaman lain.
Jadi ijinkan saya memberitahu kalian masa depan industri rokok ini?

1. Mereka akan semakin beralih ke mesin utk memproduksi rokok

2. Mereka mencari tembakau murah (bahkan jika itu di planet Mars sekalipun).
Apakah pabrik rokok memang peduli dgn petani Indonesia? Peduli dgn buruh pabrik? Waduh, sy lebih suka melihat faktanya saja. Yang saya tahu, sejak jaman dulu, hingga jaman mobil terbang, juga kejadian di negara2 maju (sebelum pabrik rokok terpaksa menyingkir ke negara berkembang karena perokoknya berkurang), ‘petani’ dan ‘buruh’ memang menjadi argumen yg paling seksi sebagai tameng. Hingga kita lupa, Sampoerna, untung setahunnya bisa 10 trilyun loh. 10.000.000.000.000, tuh nol-nya banyak banget. Kalau gaji kalian dikantor ‘cuma’ 10 juta per bulan, kalian butuh 1.000.000 bulan untuk dapat uang ini.
Pemilik perusahaan rokok tajir super gila, sekali tepuk dapat untung 10 trilyun, nasib ‘6 juta’ petani tembakau cuma dapat remah-remahnya, ‘6 juta’ tenaga kerja pabrik rokok cuma dapat ampasnya saja.
Kita bahkan belum bicara tentang berapa besar biaya kesehatan yg harus dikeluarkan gara2 rokok. Kita bahkan belum bicara jutaan remaja usia SMP, SMA, tergoda merokok. Kita belum bicara tentang jomblo, eh, maaf ngelantur, maksud saya biaya2 berobat akibat penyakit rokok. Saya tahu, kalian tidak akan percaya rokok itu penyebab penyakit kanker, jantung, dll. Saya tahu banget, setahu bahkan ada perokok yg percaya merokok itu baik untuk kesehatan.

 

Tetapi lewat tulisan ini, ijinkanlah sy berterus-terang: Sy tidak peduli kalian mau terus merokok atau berhenti (bahkan i dont care kalian mau mati atau sehat gara2 rokok). Yg saya peduli, di page ini, 2/3 anggotanya adalah remaja, merekalah tujuan sy menulis. Saat mereka memikirkan tulisan ini, akan lahir jutaan generasi baru yg tahu persis jika merokok itu tidak bikin jantan, macho, cowboy, dsbgnya, merokok itu justeru bikin impoten. Jadi tidak perlu GR ngamuk2 nulis komen marah, tulisan ini bukan untuk kalian.
🙂
 *Tere Liye

Help!

​Kadang kita tidak tahu atau mungkin tahu yang sebenarnya tentang apa yang kita sendiri lakukan kepada orang lain.

Kadang kita curhat kepada orang lain, tentang orang lain/teman yang selalu membuat kita jengkel dengan keberadaannya yang memanfaatkan kita tapi setelah kita bantu diapun pergi dan disaat kita butuh bantuannya dia tidak membantu kita…

Kadang kita pun sama saja, melakukan seperti yang mereka lakukan kepada kita tanpa kita sadari sendiri..

If you judging people attitude..just stand in front of mirror and said loudly that you not the same!

Kadang kita melakukannya…admit it.

I’m not that kind of that guy…

Banyakan wanita karena mereka sering sekali membicarakan orang lain dan it Dari sesama jenisnya..that’s a big mistake…itu akan selalu berbalik kepadamu…selalu.

Belajar Budaya

jauh sebelum teknik olah pikir dikembangkan di dunia barat, di dunia timur telah mengetahui bahwa pikiran adalah pelopor,pembentuk,pencipta. dan salah satu dunia timur itu adalah nusantara.hanya saja karena telah banyak terdistorsi oleh fenomena sosial dan politik maka kebudayaan nusantara khususnya jawa lambat laun tergerus, sirna, baik itu tidak disengaja atau bahkan sangat disengaja. kebudayaan jawa di diskreditkan, dikotomi, d stigma negatif, dgn dlatar blakangi berbagai kepentingan culas oleh para begundal asing yang tidak menginginkan bangsa ini merdeka lahir batin!!!(dancuk!!)

Dan agenda sekolah budaya kampung tunggul wulung tadi malam adalah membahas tentang khasanah olah pikir yang mrmpertemukan satu ilmu mengenai pikiran, kesadaran, pencerapan dan perasaan dengan kemasan yang berbeda. mbah Yongki Irawan irawan mmgangkat hal tersebut dgn judul penuh misteri “nyai putut dan mistis jawa” serta ki Raden Satriadi CHt dengan tema hipnotetapis modern. dan ternyata dari dua maestro ini kita bisa menarik benang merah, bahwa ternyata bangsa kita memang telah “bermain” pikiran jauh sebelum bangsa barat bereksperimen dengan kekuatan pikiran ini.

sungguh adalah suatu keblingeran yang fatal yg mengatakan bahwa budaya jawa itu klenik, sarat akan nuansa demit, dan tidak masuk akal. nyatanya budaya jawa sangat mengena ketika dikupas, baik mlalui spiritual ataupun sains!!!

budaya jawa bukan soal suku, tapi soal laku kehidupan.

banggalah menjadi manusia nusantara yang njawani!!!!!!

Jaya-jaya wijayanti. Rahayu mulyaning jagad!

*taken from mbah dhtIMG_20160620_235554

IMG_20160620_215301

IMG_20160620_215236IMG_20160620_215301IMG_20160620_215236

Listening to Watching Over You by Kari Kimmel

“Watching Over You”

Hope seems lost, you’re so scared
Not sure which way to go
Nothing makes sense
It’s un familiar and you’re feeling all alone

I’m closer than you think
I’m there when you’re asleep
When you’ve falling down
Every second you’re awake
Every moment, everyday
Call out to me now

Don’t have to say a word, whichever way you turn
Don’t have to worry, I’m watching over you
I’m never far away, don’t have to be afraid
Look up I’ll always be watching over you

I’m right here even when it seems I’m so far out of reach
Take my hands, I got you safely in my arms
Hold on to me

‘Cause I’m closer than you think
I’m there when you’re asleep
When you’ve falling down
Every second you’re awake
Every moment, everyday
Just call out to me now

Don’t have to say a word, whichever way you turn
Don’t have to worry, I’m watching over you
I’m never far away, don’t have to be afraid
Look up I’ll always be watching over you

I’ll protect you from the storms
When the wind and rain is falling all around you
Oh, I’m just a star away
Close your eyes and you will see,
That I’ve already found you

Don’t have to say a word, whichever way you turn
Don’t have to worry, I’m watching over you
I’m never far away, don’t have to be afraid
Look up I’ll always be watching over you

Don’t have to say a word, whichever way you turn
Don’t have to worry, I’m watching over you
I’m never far away, don’t have to be afraid
Look up I’ll always be watching over you

Listening to Watching Over You by Kari Kimmel

Preview it on Path