“BOSO JOWO KOK DILAWAN..!!”

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren, dan bertanya kepada kyai…

Bule : “Kenapa kyai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?”

Kyai : “Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam AlQur’an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks.”

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kyai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa jawa.

Bule : “Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!”

Kyai : “Tidak! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang inggris menyebutnya apa?”

Bule : “Rice!”

Continue reading

Advertisements

Jam kerja biologis organ tubuh manusia

11866267_1633897780183950_5805401659989793992_n1. Lambung
Jam 07:00 – 09:00
Daya kerja lambung sedang kuat2nya.
Dianjurkan utk sarapan yg bergizi tinggi pada jam ini..

2. JANTUNG
Jam 11:00 – 13:00
*Hindari panas berlebih dan olah fisik*, terutama bagian yg ada keluhan di pembuluh darah..

3. HATI / LIVER
Jam 13:00 – 15:00
Kondisi liver sedang lemah,
dgn istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati..

4. PARU-PARU
Jam 15:00 – 17:00
Paru paru sedang lemah,
istirahat dan nafas dgn teratur utk mengembalikan energi paru paru..

Continue reading

Tuhan & Sang Waktu

Mengapa selalu ukuran waktu sebagai pedoman?
seperti halnya dengan kalimat

” biar waktu yang akan membalasnya.”

Apa waktu yang akan membalas kesakitan kita?
atau sebuah kalimat yang kita sendiri belum tahu kapan, terbalaskan atau tidak? ataukah tidak langsung kita percaya akan adanya karma.

karma tidak semuanya buruk ada karma baik dan ada karma buruk, lalu mengapa kita sebagian orang percaya dan tidak percaya.

Pengelompokan, pola pikir, perbedaan yang dibesar2kan, dan egoisme

Kita secara tidak langsung menyandarkan diri pada waktu, kita percaya pada waktu yang akan membalas semua, karena waktu kepanjangan tangan Tuhan. benarkah demikian?

Apa bukan Tuhan sendiri yang akan menghukumnya? benarkah?
bukankah Tuhan selalu mengampuni hambanya yg berbuat salah?
kenapa ada surga dan neraka? kalau Tuhan maha pengampun?
kalau Tuhan maha tahu kenapa harus ada surga dan neraka kenapa tidak surga saja?

Continue reading

Menitipkan anak

12208721_1128976913780764_8922917245430243694_nPernahkah menonton film Parental Guidance yang dibintangi Billy Crystal, Bette Midler, dan Marissa Tomei?

Tentang menitipkan anak kepada orang tua atau kepada neneknya, etiskah menitipkan anak kepada orang tua kita? sedangkan kita (orang tua si anak bekerja semua) itu menurut pandangan pribadi masing-masing. Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dirasa belum mencukupi untuk hired baby sitter atau pembantu maka ibu kita/nenek dijadikan pembantu…what? not that bad..words. But actually is all happen in this day on. Karena paham kesetaraan maka istri juga harus berdikari membantu suami dalam bekerja.

Continue reading

PESONA BUDAYA KALA PURNAMA : Akar Tradisi Perhelatan Bulan Purnama

“….. Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk Nusa ….”, demikianlah kutipan dua baris syair lagu “Gebyar-Gebyar” karya almarhum Gombloh. Nuansa keriangan dalam syair lagu itu mengingatkan kita kepada tembang dolanan Jawa:
“Yo pro konco dolanan ing njobo
Padang mbulan padange koyo rino
Rembulane sing awe-awe
Ngelikake ojo podo turu sore”.
Dalam tembang itu, dahulu — ketika cahaya lampu listrik belum mendominasi terang malam sebagaimana sekarang — cahaya sinar bulan purnama menjadikan gelap malam bagai terang di siang hari (padange koyo rino). Pesona bulan terang seolah tangan yang melambai-lambai (rembulane sing awe-awe), yang mengajak anak-anak untuk bermain di luar rumah (dolanan ing njobo).

Kata “purnama” adalah istlah Jawa Kuna, yang merupakan istilah serapan dari Bahasa Sanskreta “purnamas”, dalam arti: bulan penuh, hari bulan purnama (Zoetmulder, 1995:805). Istilah ini antara lain disebut dalam kitab Brahmandapurana (20, 134, 161), Udyogaparwa (120), Sarasamuccaya (261.2), Ramayana (5.1, 7.33, 8.88), Hariwangsa (15.7), Bhomakawya (21.3), Sumanasantaka (10.1), Hariwijaya (17.3), Tantupanggelaran (92), Korawasrama (58), dan Kidung Harsyawijaya (4.1). Hal itu memberi petunjuk bahwa perihal bulan purnama telah menjadi pembicaraan dalam dunia susastra setidaknya sejak abad ke-9 Masehi.

Continue reading