“BOSO JOWO KOK DILAWAN..!!”

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren, dan bertanya kepada kyai…

Bule : “Kenapa kyai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?”

Kyai : “Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam AlQur’an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks.”

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kyai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa jawa.

Bule : “Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!”

Kyai : “Tidak! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang inggris menyebutnya apa?”

Bule : “Rice!”

Continue reading

Advertisements

Teh Manis

[21.02.2005 || taken from my other blog]

Mungkin kita sering sekali mendengar kata itu ataupun kita salah satu penggemarnya. Memang teh sangatlah bermanfaat bagi tubuh kita tapi benarkah ataukah bisa juga penyebab timbulnya satu penyakit baru yang selama ini tidak kita sadari, misalkan saja kencing manis???
So…, bagaimana sih kadar yang bisa dikatakan manis apabila kita membuat teh di dalam gelas satu sendok tehkah?
atau mungkin satu sendok makankah gulanya??

teh
bagaimana bisa dikatakan terlalu manis jika kita membikin sesuai dengan selera kita sedangkan kita sendiri menyukainya dan orang lain mencoba mencicipi apa yang kita biasa buat dan mereka mengatakan…”oohh…,ini terlalu manis..?!”
Aku pernah mengalami kejadian ini beberapa waktu yang lalu sewaktu “vacation di Bali” dan disaat angin meniupkan hawa panas khas Bali dan dengan sepoi angin yang tidak begitu sejuk aku membuat teh di dalam gelas dengan 2.5 sedok teh gula yang kurasa tidak sebegitu manis karena aku bikin biasanya lebih manis lagi dari apa yang biasa aku buat. Dan teman wanitaku*kusebut demikian karena benar dia wanita tulen… :)* mengatakan kepadaku..”Mas ini bikin kolak teh yach?!”
hah…kolak teh???akupun terperangah kok bisa dikatakan kolak teh??
padahal aku membikinnya sudah aku kurangi gulanya walaupun tidak seperti layaknya tradisi minum teh di Jepang.
Dan teman wanitakupun membuat satu gelas lagi teh untuk dirinya sebagai pembanding teh bikinanku sendiri….dan ternyata teh bikinannya tidak bisa masuk kategori teh manis karena yang kurasa hanya seolah minum teh tawar walaupun telah dimasukkan gula 1 sendok teh.
Dan seperti biasa teman wanitaku ini memberikan sedikit ceramah atau bisa dikatakan nasihat untukku agar aku memperhatikan kadar gula yang aku larutkan dalam minumanku.
Ada benarnya juga sih karena my hole family ada yang terkena penyakit gula…dan malahan Budhe meninggalnya karena diabet…weeeyyy….atut…
Malahan harusnya kita beware ma yang namanya minuman botol atau lazim kita sebut soft drink karena kadar gula dalam soft drink amat sangat berbahaya…*ups..padahal aku amat maniak ma teh botol..*
Sering kita lihat di warung, kafe, ataupun depot menunya bertuliiskan ” Es teh manis” dan terkadang aku sering mampir untuk beli Es Teh Manis dan ternyata tidak semanis yang tertulis…kadang sebel juga dan berujar dalam hati ” ini sama aja ma minum air biasa?!” karena tidak berasa air tehnya apalagi manisnya.

[budayakan mulai sekarang meminum teh dari pada kopi..]

Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan tahun ini sungguh luar biasa nikmatnya, dari awal berpuasa sampai hari ini bergelut dengan sakit tapi tetap menjalankan ibadah puasa,sungguh luar biasa nikmatnya.
Godaan acap kali datang dan pergi seiring dengan berulang kalinya sebuah iklan makanan dan minuman yang tersaji dalam acara televisi.Sungguh ironi memang.

Minal Aidzin Wal Faidzin…semoga Ramadhan kali ini membawaku,kita dalam fitrah.amin.