“BOSO JOWO KOK DILAWAN..!!”

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren, dan bertanya kepada kyai…

Bule : “Kenapa kyai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?”

Kyai : “Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam AlQur’an maupun hadits, lha bahasa inggris itu sangat sederhana. Bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks.”

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kyai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan, dan kalah dengan bahasa jawa.

Bule : “Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!”

Kyai : “Tidak! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang inggris menyebutnya apa?”

Bule : “Rice!”

Continue reading

Advertisements

Tuhan & Sang Waktu

Mengapa selalu ukuran waktu sebagai pedoman?
seperti halnya dengan kalimat

” biar waktu yang akan membalasnya.”

Apa waktu yang akan membalas kesakitan kita?
atau sebuah kalimat yang kita sendiri belum tahu kapan, terbalaskan atau tidak? ataukah tidak langsung kita percaya akan adanya karma.

karma tidak semuanya buruk ada karma baik dan ada karma buruk, lalu mengapa kita sebagian orang percaya dan tidak percaya.

Pengelompokan, pola pikir, perbedaan yang dibesar2kan, dan egoisme

Kita secara tidak langsung menyandarkan diri pada waktu, kita percaya pada waktu yang akan membalas semua, karena waktu kepanjangan tangan Tuhan. benarkah demikian?

Apa bukan Tuhan sendiri yang akan menghukumnya? benarkah?
bukankah Tuhan selalu mengampuni hambanya yg berbuat salah?
kenapa ada surga dan neraka? kalau Tuhan maha pengampun?
kalau Tuhan maha tahu kenapa harus ada surga dan neraka kenapa tidak surga saja?

Continue reading

PESONA BUDAYA KALA PURNAMA : Akar Tradisi Perhelatan Bulan Purnama

“….. Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk Nusa ….”, demikianlah kutipan dua baris syair lagu “Gebyar-Gebyar” karya almarhum Gombloh. Nuansa keriangan dalam syair lagu itu mengingatkan kita kepada tembang dolanan Jawa:
“Yo pro konco dolanan ing njobo
Padang mbulan padange koyo rino
Rembulane sing awe-awe
Ngelikake ojo podo turu sore”.
Dalam tembang itu, dahulu — ketika cahaya lampu listrik belum mendominasi terang malam sebagaimana sekarang — cahaya sinar bulan purnama menjadikan gelap malam bagai terang di siang hari (padange koyo rino). Pesona bulan terang seolah tangan yang melambai-lambai (rembulane sing awe-awe), yang mengajak anak-anak untuk bermain di luar rumah (dolanan ing njobo).

Kata “purnama” adalah istlah Jawa Kuna, yang merupakan istilah serapan dari Bahasa Sanskreta “purnamas”, dalam arti: bulan penuh, hari bulan purnama (Zoetmulder, 1995:805). Istilah ini antara lain disebut dalam kitab Brahmandapurana (20, 134, 161), Udyogaparwa (120), Sarasamuccaya (261.2), Ramayana (5.1, 7.33, 8.88), Hariwangsa (15.7), Bhomakawya (21.3), Sumanasantaka (10.1), Hariwijaya (17.3), Tantupanggelaran (92), Korawasrama (58), dan Kidung Harsyawijaya (4.1). Hal itu memberi petunjuk bahwa perihal bulan purnama telah menjadi pembicaraan dalam dunia susastra setidaknya sejak abad ke-9 Masehi.

Continue reading

MITOS WAISNAWA “VTRAHAN”, UPAYA MENURUNKAN HUJAN

“Mengapakah hujan tiada turun-turun?” Sebuah misteri tanya yang ada di benak banyak orang, yang menyeruak manakala bumi dalam kekeringan lantaran hujan tak juga menetes pada kemarau yang bekepanjangan ini. Ada beragam versi jawaban atas pertanyaan itu. Salah sebuah adalah versi jawaban mitologis. Yang terang, solusinya bukan dengan menyanyikan lagu kanak-kanak “Sang Kodok”. 

Continue reading

Simpang Lima Gumul ala Arc de Triomphe Paris

Lebih tepatnya simpang lima Gumul, karena disinilah titik dimana pertemuan 5 ruas jalan berada dititik simpang Gumul ini.

simpang lima Gumul

Terinspirasi dengan Arc de Triomphe dan Arc de Triomphe du Carrousel maka dibangunlah monumen megah nan cantik. Berada di desa Tugurejo Kabupaten Kediri Jawa Timur, Tugu ini mempertemukan ruas jalan menuju Pare, Pagu, Plosoklaten, Gampengrejo, dan Pesantren. Yang lebih dikenal dengan nama proliman atau perlimaan yang hanya berjarak 6km dari pusat kota Kediri.

Arc de Triomphe

Dengan luas sebesar 804 meter persegi, berketinggian hingga 25 meter. Di lantai dasar, Anda dapat menjumpai tiga buah tiang tumpuan setinggi tiga meter. Angka ini merujuk pada hari lahirnya Kediri, yaitu tanggal 25 Maret tahun 804 Masehi. Pembangunan monumen di Simpang Lima Gumul ini dimulai sejak tahun 2003 hasil prakarsa Bupati Kediri dan memang ditargetkan sebagai salah satu sentra ekonomi baru sekaligus ikon Kabupaten Kediri.

Arc de Triomphe du Carrousel

Anda dapat menjumpai arca Ganesha di setiap sisi monumen ini. Arca ini adalah simbol atas Pengetahuan serta Kecerdasan, di samping pula sebagai simbol Kebijaksanaan, Penolak Bala, dan Pelindung. Selain itu, terdapat pahatan-pahatan relief yang menceritakan sejarah Kabupaten Kediri.

Ganesha di keempat sudut

Ganesha di keempat sudut

Ada 16 gambar yang terpahat di sana, 9 di antaranya menggambarkan seni dan budaya Kediri. Di dalam Monumen Simpang Lima Gumul, terdapat ruang pertemuan yang berada di gedung utama. Pada lantai atasnya, ada sebuah auditorium dan Anda dapat menjumpai minimarket yang menjual suvenir di lantai bawahnya. Selain itu, terdapat ruang serba guna di basement gedung.

Pahatan monument

Pahatan monument

Ada baiknya jika berwisata ke Kota Kediri atau melewati Kediri disempatkan untuk singgah di Monument ini karena spot foto yang menarik juga kadang pemerintah daerah menggelar seni dan budaya dan produk-produk unggulan Kediri.

Disamping Monument ini juga terdapat Gumul paradise Island. Tempat ini menyediakan wahana permainan dan hiburan menarik, seperti bodyslide, speedslide, funboomerang, kolam jamur, kolam bak tumpah, hingga flyingfox. Fasilitas yang tersedia juga terbilang lengkap, seperti mushala, toilet, foodcourt, giftmart, dan loker.

Bagaimana? sudah mempersiapkan planning liburan keluarga anda ke Monument Gumul ini.. [Sarah A]